https://www.freepik.com/free-photo/3d-rendering-loft-luxury-living-room-with-bookshelf-near-bookshelf_36105151.htm#fromView=search&page=1&position=2&uuid=4d6d6561-0eef-4d0a-8375-77c555047da7&query=home
Renovasi rumah memang perlu dilakukan dari waktu ke waktu untuk memperbaiki struktur rumah dan meningkatkan fungsi sebuah rumah. Kegiatan renovasi memiliki tujuan untuk meningkatkan kenyamanan, fungsionalitas setiap ruangan di dalam rumah. Kemudian pada akhirnya semua kegiatan renovasi ini akan meningkatkan nilai properti yang kamu miliki.
Hal yang harus diperhitungkan dalam proses renovasi tentu saja adalah biaya. Kamu harus menyiapkan anggaran renovasi rumah dulu sebelum mulai proses renovasi. Biaya yang dibutuhkan untuk renovasi bergantung banyak tidaknya bagian rumah yang direnovasi. Kamu bisa menyiapkan biaya renovasi jauh-jauh hari dengan investasi deposito sebelumnya.
Merenovasi dan Merombak Rumah, Memang Beda?
Merenovasi dan merombak adalah dua hal yang berbeda, perbedaanya terletak pada tujuan proyek dilakukan. Renovasi adalah proses pembaharuan rumah dengan tetap mempertahankan denah rumah yang sudah ada. Proses renovasi secara umum bisa diartikan sebuah proses memperbaiki, meremajai atau menyempurnakan struktur bentuk rumah.
Sedangkan merombak rumah mencakup proyek menata struktur rumah atau properti kembali. Biasanya proyek perombakan harus melakukan perobohan sebagian bangunan atau seluruh bangunan rumah. Perombakan mencakup ruangan yang lebih luas dan membutuhkan biaya yang lebih banyak namun tujuannya tetap sama, membuat rumah menjadi lebih nyaman.
Apa yang Bikin Budget Renovasi atau Rombak Rumah Membengkak?

Budget untuk renovasi rumah harus dipikirkan secara matang agar efisien dan tidak terjadi pemborosan. Namun kadang kala ada beberapa hal yang menyebabkan budget renovasi dan rombak membengkak. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan budget renovasi membengkak:
1. Pengeluaran Karena Berubah Pikiran
Terkadang dalam perjalanan proses renovasi kamu mengalami perubahan keinginan atau perubahan yang tidak sesuai dengan rencana detail renovasi yang sudah dibuat. Perubahan pikiran ini pasti akan menimbulkan perubahan perhitungan biaya juga.
2. Material yang Lebih Mahal
Kamu tidak bisa menghindari inflasi yang terjadi setiap tahun. Tingkat inflasi di Indonesia setiap tahunnya berada di kisaran 1-2%. Nilai inflasi inilah yang menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, termasuk harga material bangunan yang dibutuhkan untuk renovasi rumah.
3. Upah Pekerja
Biaya untuk upah pekerja selama proyek renovasi biasanya mendapatkan porsi yang cukup besar. Ada tiga cara pembayaran upah pekerja untuk renovasi rumah bisa dengan cara harian, borongan jasa, serta borongan penuh. Semua bisa diperhitungan dengan tepat, namun kadang di tengah pengerjaan ada faktor yang bisa menghambat pengerjaan seperti faktor cuaca sehingga pengerjaan jadi lebih lama dan upah pekerja jadi lebih besar.
4. Pengeluaran untuk Tempat Menginap Selama Rumah Dirombak
Saat rumah direnovasi kamu pasti butuh tempat untuk menginap, apalagi jika rumah dirombak total. Pengeluaran untuk tempat menginap ini pasti menjadi pengeluaran tambahan di luar biaya renovasi rumah.
5. Perencanaan yang Kurang Matang
Perencanaan adalah langkah yang harus dilakukan saat akan renovasi rumah. Pastikan semua komponen biaya yang dibutuhkan sudah kamu perhitungkan dengan baik. Kamu juga bisa melakukan konsultasi ke tenaga ahli agar rencana renovasi lebih matang. Perencanaan yang kurang matang akan menyebabkan pembengkakan biaya di kemudian hari.
6. Biaya tak Terduga
Dalam proses renovasi kamu harus tetap menyediakan biaya tak terduga sekitar 10% dari total biaya renovasi. Biaya ini memang dibutuhkan untuk mengantisipasi kondisi-kondisi yang tidak terduga selama proses renovasi. Misalnya saja contohnya harga material yang tiba-tiba naik di tengah proses renovasi, biaya tak terduga bisa untuk mengatasinya.
7. Pakai Material Murah Tapi Nggak Tahan Lama
Kadang ada orang renovasi memilih material murah untuk menghemat biaya. Padahal langkah ini justru akan membuat kebutuhan biaya membengkak, karena material yang murah biasanya tidak tahan lama dan membutuhkan perbaikan lagi.
8. Kurang Riset
Riset sangat dibutuhkan dalam menyusun perencanaan biaya renovasi. Kurang riset bisa menyebabkan hasil perhitungan biaya tidak akurat, sehingga saat proyek renovasi berlangsung akan terjadi pembengkakan biaya.
Trik Menyiasati Dana Kaget Saat Renovasi Rumah
Renovasi atau merombak rumah memang membutuhkan biaya yang sangat banyak. Biaya renovasi harus diperhitungan dengan baik dan terperinci. Namun terkadang dalam perjalanan renovasi ada hal-hal yang tidak terduga yang menyebabkan pengeluaran tak terduga.
Untuk semua pengeluaran besar tak disangka di atas, kamu juga bisa mempersiapkan dananya dengan menabung dan investasi deposito di Aplikasi digibank by DBS. Kamu bisa mulai investasi dari nominal Rp1 juta dengan tenor mulai dari 1 bulan. Deposito digibank menawarkan suku bunga hingga 5% per tahun lebih tinggi jika dibandingkan tabungan biasa, sehingga kamu memiliki cadangan untuk dana kaget saat renovasi.
Tidak perlu khawatir tentang keamanan danamu, karena deposito digibank sudah mendapatkan jaminan dari LPS. Kamu cukup menggunakan Aplikasi digibank by DBS untuk mulai investasi deposito yang bisa diakses 24/7.
Bagi pemula tersedia juga berbagai panduan tentang finansial dari advisor, notifikasi maupun kelas edukasi finansial untuk meningkatkan kemampuanmu dalam mengambil keputusan finansial. Jangan lewatkan momentum 24/7 dari Aplikasi digibank by DBS, dapatkan juga informasi produk investasi terbaik lainnya di sini!
